Cari Artikel

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2016

Antara Hidup dan Mati

Hidup untuk mati. Semua yang pernah hidup pasti akan mati juga. Entah dengan cara apa dan sudah pasti tidak dapat dihindari. Tapi bagaimana untuk orang-orang yang berhasil tidak mati? Bahkan berkali-kali?
Memang, dulu aku sempat berpikir untuk mati. Dulu sekali. Ketika aku berumur enam tahun. Terlalu muda? Iya. Anak sekecil itu bisa berpikir demikian?

Sabtu, 29 Oktober 2016

Beban

Tak seperti pepatah, dunia tak selebar daun kelor.

Jika memang sudah suratanNya, pasti akan bertemu kembali. Kemanapun kakimu melangkah, sejauh apapun itu, hingga ke ujung dunia sekalipun. Entah kapan, entah dimana dan dengan alasan apa. Tak dapat dipungkiri. Kebetulan kah ? Sepertinya tidak demikian. Tak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Selama hidup, kita pasti bertemu banyak orang.

Jawab Aku

Yang tinggal kini hanya penyesalan. Rasa sakit yang kutinggalkan malah menjadi beban. Entah apa yang terjadi, berlalu begitu saja. Aku pun tak paham, apa sebenarnya yang aku rasakan, apa yang dia rasakan. Hambar. Tapi kenapa malah menjadi beban. Apa aku baru merasakan pentingnya dirinya saat dia sudah tak lagi ada? Mustahil. Itu sudah dua tahun yang lalu.

Impian Kecilku

Berkali ku bertanya pada sunyi
Yang ku lakukan hanya menanti
Sepi dan sendiri
Nyata adanya
Ditemani bayangan
Membawaku jauh ke angan
Sunyi
Tak ada lagi
Yang kudengar hanya pikiranku sendiri
Mencoba menerka kenyataan yang terjadi

False Awakening

Bau hairspray menyeruak. Suasana semakin memanas. Bersatu dalam kerumunan. Entah kawan atau lawan. Alunan musik punk semakin menggila. Menyiratkan gairah masa muda.

Suara bising itu tak menggairahkan lagi. Ang terdiam, di sudut lapangan. Ia tak lagi bersemangat. Orang-orang sibuk berpogoria. Tarian yang begitu memacu adrenalin. Tersungkur hingga badan penuh lebam, semangat yang menggebu.