Cari Artikel

Minggu, 23 Januari 2022

Patung

Aku lelah dengan diriku sendiri. Seolah tak pernah belajar dari kesalahan. Lagi-lagi aku terjebak dalam hubungan yang tidak jelas ini. Kenapa begitu mudahnya aku terbuai? Tapi kenapa kamu berkali-kali melarangku untuk menyalahkan diriku sendiri? Dan kamu selalu berkata : "udah, gak usah mikir macem-macem, dibawa santai aja."

Dari awal aku sudah mencoba untuk membuat batasan. Berkali-kali mensugesti diri bahwa hubungan ini sama seperti yang sebelumnya. "Jangan terbawa perasaan!"

Tapi pertanyaannya, apakah perasaan itu hal yang dapat dikontrol? Ya, aku lepas kendali (lagi). Dan kamu pun tahu itu. Hasilnya? Apa yang aku harapkan? Semua sudah jelas terbaca di awal. Tapi aku (lagi-lagi) melupakan batasan yang aku buat sendiri.

Sabtu, 10 Maret 2018

Kenapa, Ayah?

Yang benar saja, aku, tengah malam, baru saja pulang demi mengejar target. ­­Ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda. Ayolah, Ayah, apakah kau tidak malu dengan keriputmu itu? Kenapa tidak bisa membaca situasi sedikitpun? Kemanakah wibawamu sebagai seorang Ayah? Oh iya, aku lupa, kau memang tak memilikinya. Ya aku tahu hasil yang aku berikan ini memang tak seberapa dibandingkan dengan apa yang telah kau berikan selama ini. Tapi kenapa? Kau tahu aku ini anakmu, seharusnya kau tahu sisi terang gelapku, ah... sialan! Aku bahkan tak pernah tahu apa sebenarnya isi kepalanya.

Rabu, 14 Februari 2018

Sendiri (Lagi)

Halo? Berdebu ya?
Pasti kambuh lagi ini tiba-tiba nongol, haha...
Ya udah langsung aja, keburu basi.

Hmm ngomongin cinta? Ah gak ada habisnya. Loh, bahasanya kok lama-lama jadi nyantai gini ya? Mungkin kurang depresi ini biar bisa ngomong agak formal sedikit, haha. Mungkin udah pada bosen ya ngebaca kisahku yang selalu bertepuk sebelah tangan. Entah dengan teman ataupun gebetan. Ah? Gebetan? Kayaknya cuma aku doank yang ngaku-ngaku, haha.

Rabu, 04 Oktober 2017

Hipokrit

Halo! Apa kabar? Sehat?
Sudah memasuki akhir tahun niat menulis masih setengah-setengah saja. Hah!

Yah sebenarnya sih sudah mencoba "sok" menghasilkan dengan menulis di salah satu media ternama, tapi apa daya tulisan-tulisanku terlalu banyak hate speech content, yah maklum, otakku cuma berisi umpatan, wkwk.

Kamis, 20 Juli 2017

Pria Dengan Potongan Telapak Kaki

Aku tidur di beranda bersama seseorang, tempat yang sangat asing, tapi wajah di pelukanku ini tidak. George! Dipikiranku terlintas bahwa kami ini sudah menikah. Aku pun semakin larut dalam pelukannya. Entah sejak kapan aku terlelap dan ketika aku bangun ada yang berteriak, "hey, bangun dan berdandanlah." Dari kejauhan samar-samar aku melihat George dengan balutan baju daerah. "Ah, tampannya", gumamku. Aku bergegas masuk ke salah satu ruangan di sana dan sepertinya aku masuk ke dalam bayangan masa kecilku.

Senin, 05 Juni 2017

Tentang Pertanyaan, "Kapan Menikah?"

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar tentang pernikahan? Apakah pernikahan itu adalah sebuah tujuan akhir? Apakah pernikahan itu menjamin kebahagiaan? Bahagia? Selamanya?
Ah, omong kosong. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Karena kesempurnaan hanya milikNya.

Senin, 29 Mei 2017

Janji

Lagi, lagi dan lagi. Lagi lagi aku menelan kekecewaan. Hah! Sialan! Aku benci kamu! Ya! Kamu! Datang, pergi, menghilang lalu muncul lagi. Jangan perlakukan aku seolah-olah aku akan selalu memaklumi!